
Kebijakan PPG Daljab Plus Tahun 2025
Desain Baru PPG Daljab Plus Tahun 2025
Percepatan
Melalui PPG Daljab model baru, Kementerian Agama akan menuntaskan sertifikasi 621.563 guru dalam jangka waktu 2 (dua) tahun (2025 dan 2026).
Beban SKS
Beban SKS sebanyak 36 SKS yang dipenuhi dari RPL sebanyak 27 SKS dan Program PPG sebanyak 9 SKS, sehingga aktivitas pembelajaran tidak terlalu membebani mahasiswa.
Pembelajaran
Pembelajaran mandiri dilakukan melalui platform pembelajaran digital yang sepenuhnya ditempuh secara daring dan dilakukan secara fleksibel.
Praktik Pengalaman Lapangan
Kegiatan PPL dikonversi dalam bentuk pemenuhan tagihan tugas dalam Pengembangan Perangkat Pembelajaran pada kegiatan pendalaman materi sebelumnya.
Keterlibatan Dosen dan Guru Pamong
Dosen berperan penting dalam kegiatan induksi dan try out, dengan tujuan agar mahasiswa memperoleh feed back serta penguatan terkait substansi materi yang telah dipelajari dalam kegiatan pendalaman materi, serta materi yang akan diujikan dalam kegiatan UKMPPG.
Uji Kompetensi Mahasiswa PPPG
Uji Kinerja hanya akan melibatkan dosen sebagai tim penguji, tidak lagi melibatkan guru pamong.
Biaya
Unit cost tiap mahasiswa ditetapkan sebesar Rp. 800.000,-, sehingga dapat mensertifikasi sebanyak + 300 ribu guru per tahun.
Kriiteria Peserta PPG Dalam Jabatan 2025
Persyaratan Peserta PPG Dalam Jabatan Kementerian Agama:
- Terdaftar aktif sebagai guru dalam satminkal yang terdata dalam sistem pendataan Kementerian Agama;
- Guru yang diangkat paling lambat tanggal 30 Juni 2023 dan terdata aktif Tahun Ajaran 2023/2024;
- Memiliki kualifikasi akademik minimal S-1/D-IV yang sesuai dengan mapel PPG Dalam Jabatan;
- Belum mencapai batas usia pensiun guru berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan;
- Belum memiliki sertifikat pendidik;
- Sehat jasmani yang dibuktikan dengan surat keterangan sehat jasmani dari rumah sakit pemerintah/puskesmas/pusat layanan kesehatan lainnya.
Ketentuan terkait lulus Tes Akademik pada tahun 2025 ditiadakan.
Rincian Pembiayaan PPG Daljab 2025
Pelaksanaan PPG Trasformasi Dalam Jabatan ini membutuhkan biaya sebesar Rp 800.000,- per peserta dengan rincian sebagai berikut:
Proyeksi Peserta PPG Daljab 2025
Kementerian Agama menargetkan akan mensertifikasi 621.563 guru dalam 2 (dua) tahun. Ditargetkan pada tahun 2025 ini ada sebanyak +310 ribu guru yang tersertifikasi melalui 56 LPTK.
Jumlah LPTK sebagai berikut:
- LPTK PTKI : 47 LPTK
- LPTK Kristen : 1 LPTK
- LPTK Katolik : 2 LPTK
- LPTK Hindu : 4 LPTK
- LPTK Buddha : 2 LPTK
- LPTK Khonghucu : belum ada
Panduan Implementasi Kurikulum Berbasis Toleransi Beragama di Madrasah
Rasionalisasi Panduan
- Keberagaman di Indonesia
Indonesia kaya akan keberagaman suku, budaya dan agama. Selain mayoritas Muslim, terdapat agama lain seperti Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Keberagaman ini adalah tantangan sekaligus kekuatan bangsa. - Pentingnya Cinta dan Kasih Sayang dalam Toleransi Beragama
Cinta dan Kasih Sayang emiliki peran penting dalam mewujudkan toleransi beragama sehingga tercipta kehidupan harmonis dalam keberagaman. - Peran Pendidikan dalam Toleransi Beragama
Pendidikan memiliki peran strategis alam menanamkan nilai-nilai toleransi beragama sejak dini. Melalui kurikulumnya, pendidikan harus mengedepankan pemahaman dan penghargaan terhadap perbedaan. - Peran Madrasah dalam Membangun Toleransi
Salah satu aspek utama yang perlu dikembangkan di madrasah adalah toleransi beragama. Hal ini sejalan dengan nilai-nilai Islam yang mengajarkan umatnya untuk saling menghormati dan hidup berdampingan secara damai.
Nilai-Nilai Toleransi Beragama
- Cinta dan Kasih Sayang
Cinta ini harus diwujudkan dalam bentuk amal perbuatan, kesabaran, pengorbanan, tolong-menolong, saling menghormati dan menghargai. - Penghargaan
Menghormati hak orang lain untuk memeluk agama dan keyakinan masing-masing - Keterbukaan
Memberikan ruang bagi keberagaman pandangan - Persatuan
Menyatukan perbedaan untuk mencapai tujuan bersama dalam kehidupan bermasyarakat. - Kebebasan yang Bertanggung Jawab
Memiliki kebebasan berpikir, berpendapat, bersikap, berkeyakinan secara bertanggung jawab. - Kerja sama
Menjalin Ukhuwah dan saling kerja sama, tolong menolong (ta'awun) dalam kebaikan (al-bir).
Strategi Implementasi Toleransi Beragama di Madrasah
- Integrasi Nilai Toleransi dalam Kurikulum
Toleransi beragama dapat diajarkan melalui semua mata pelajaran dengan menyampaikan sejarah keberagaman agama di Indonesia. - Kegiatan Madrasah yang Mendorong Keberagaman
Kegiatan ini mencakup dialog antar agama, mengundang tokoh agama, mengadakan kegiatan hari raya, dan membantu umat agama lain. - Kegiatan Madrasah yang Menumbuhkan Sikap Empati
Kegiatan ini dapat dilakukan berupa volunteering atau aksi sosial seperti mengajak peserta didik untuk berpartisipasi dalam kegiatan di masyarakat. - Penciptaan Lingkungan yang Inklusif
Menghormati perbedaan praktik beribadah dan keyakinan agama, mendukung rasa saling menghormati antar peserta didik. - Pemberdayaan Guru dalam Pembelajaran Toleransi
Pelatihan tentang pentingnya toleransi beragama, teknik pengajaran inklusif, dan cara menyikapi perbedaan di kelas. - Penguatan Karakter Toleransi
Penguatan ini dapat dilakukan dengan menanamkan karakter sejak dini, melibatkan peserta didik dalam kegiatan sosial, keteladanan, dan penghargaan. - Menyelesaikan Konflik dengan Bijaksana
Memberikan pelatihan kepada peserta didik dan guru untuk menyelesaikan konflik yang mungkin timbul.
Pertimbangan Libur KBM di Bulan Ramdhan
A. Kebijakan 1
Pengurangan hari efektif dan alokasi jam KBM selama bulan Ramadhan, dan memperpanjang libur seputar Idul Fitri menjadi libur pada 10 hari terakhir Ramadhan dan 3 hari setelah Idul Fitri.
Positif
- Meningkatkan kuantitas kebersamaan anak dengan keluarga selama 10 hari terakhir Ramadhan
- Memberi kesempatan anak dan guru untuk beribadah/mengaji lebih banyak dan intensif selama 10 hari terakhir Ramadhan
- Memberi kesempatan anak untuk terlibat dalam kegiatan keagamaan di lingkungannya pada 10 hari terakhir Ramadhan
- Memberi kesempatan menghidupkan masjid/majlis taklim oleh tenaga muda (anak dan remaja) pada 10 hari terakhir Ramadhan
Negatif
- Jika orangtua/keluarga tidak supportif dan anak tidak mandiri belajar, anak mungkin tidak beribadah/mengaji tetapi kegiatan lain, bisa kegiatan negative pada 10 hari terakhir Ramadhan
- Orangtua sibuk yang tidak mengambil cuti bersamaan libur anak akan membuat anak sendirian di rumah, bila anak tidak mandiri belajar, waktu di 10 hari terakhir Ramadhan hanya habis untuk kegiatan tidak berguna
- Secara lokal (di sekolah/madrasah) harus ada penyesuaian kalender Pendidikan dan pengaturan KBM di hari-hari efektif lain agar target capaian kurikulum tetap terpenuhi.
B. Kebijakan 2
Tetap pada kebijakan saat ini: Pengurangan alokasi jam KBM dan libur 5 hari terakhir Ramadhan serta 3 hari setelah Idul Fitri
Positif
- Meningkatkan kuantitas kebersamaan anak dengan keluarga selama 5 hari terakhir Ramadhan
- Memberi kesempatan anak dan guru untuk beribadah/mengaji lebih banyak dan intensif selama 5 hari terakhir Ramadhan
- Memberi kesempatan anak untuk terlibat dalam kegiatan keagamaan di lingkungannya pada 5 hari terakhir Ramadhan
- Memberi kesempatan menghidupkan masjid/majlis taklim oleh tenaga muda (anak dan remaja) pada 5 hari terakhir Ramadhan
Negatif
- Jika orangtua/keluarga tidak supportif dan anak tidak mandiri belajar, anak mungkin tidak beribadah/mengaji tetapi kegiatan lain, bisa kegiatan negatif pada 5 hari terakhir Ramadhan
- Orangtua sibuk yang tidak mengambil cuti bersamaan libur anak akan membuat anak sendirian di rumah, bila anak tidak mandiri belajar, waktu di 5 hari terakhir Ramadhan hanya habis untuk kegiatan tidak berguna
File PDF tentang Breakfast Meeting PPG, Kurikulum Toleransi dan Isu Libur KBM Ramadhan, bisa diunduh melalui tautan di bawah ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar