Selamat Datang

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Salamat Datang Di Website MI Sirojul Ulum, Lopang, Kembangbahu, Lamongan

Selasa, 18 Juni 2019

Surat Edaran Kemendagri, Setiap Kamis ASN Gunakan Seragam Hitam-hitam




Untuk meningkatkan tertib, disiplin, keseragaman dan kerapihan penggunaan pakaian dinas dan atribut Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), diterbitkan Surat Edaran Nomor 025/4660/SJ yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri, Hadi Prabowo.

Dalam surat edaran yang diterbitkan pada tanggal 12 Juni 2019, PNS diminta menggunakan pakaian dinas mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 2016 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 60 tahun 2007 tentang Pakaian Dinas PNS di lingkungan Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah.

PNS yang tidak mematuhi ketentuan tersebut, terutama pada acara upacara bendera/apel yang dilakukan secara rutin di Kemendagri dan BNPP, maka para pelanggar disiplin tersebut akan dikumpulkan dalam satu barisan tersendiri, dan masing-masing atasan diminta untuk mengingatkan jajaran di bawahnya serta memberikan pembinaan.

“Dalam pelaksanaan upacara atau apel agar PNS yang tidak mematuhi ketentuan tersebut dikumpulkan dalam satu barisan tersendiri, masing-masing atasan mengingatkan jajaran dibawahnya dan memberikan pembinaan,” kata Sekretaris Jenderal Kementrian Dalam Negeri, Hadi Prabowo, sesuai point nomor 2 yang tertera dalam surat edaran, Rabu (12/6).

Selain itu, PNS diminta untuk menggunakan pakaian baju dan celana atau rok berwarna hitam khusus pada hari Kamis. 

Sementara penggunaan tanda bintang dan melati akan ditetapkan segera, sambil menunggu diterbitkannya Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Pakaian Dinas PNS di lingkungan Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah.

Dalam surat edaran tersebut juga terlampir gambar model pakaian dinas harian di Lingkungan Departemen Dalam Negeri, mutz dengan berbagai ketentuan sesuai golongan PNS dan kopiah.

Download Surat Edaran Kemendagri Disini



Jumat, 14 Juni 2019

Revisi Pelaksanaan KSM Tahun 2019




Pelaksanaan Kompetensi Sains Madrasah Tahun 2019 mengalami revisi. Pada Juknis KSM 2019 sebagaimana Surat Dirjen Pendis Nomor 1697 Tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kompetisi Sains Madrasah Tahun 2019, KSM 2019 akan dilaksanakan pada tanggal 13 Juli 2019 untuk tingkat Kabupaten/Kota, 3 Agustus 2019 untuk tingkat Provinsi, dan 9-13 September 2019 untuk tingkat Nasional. Namun waktu pelaksanaan tersebut akan mengalami perubahan.

Perubahan tersebut diumumkan melalui Surat Edaran Dirjen Pendis Nomor B-1715/Dt.I.I/HM-01/06/2019 tertanggal 11 Juni 2019. Surat tersebut diunggah oleh akun instagram @ksmadrasah_official.

Adapun perubahan waktu penyelenggaraan menjadi sebagai berikut:
  1. KSM tingkat kabupaten/kota dari tanggal 13 Juli 2019 diubah menjadi 20 Juli 2019
  2. KSM tingkat Provinsi dari tanggal 3 Agustus 2019 diubah menjadi tanggal 15 Agustus 2019
  3. KSM tingkat nasional yang semula tanggal 9-13 September berubah menjadi tanggal 16-20 September 2019
Selain itu, surat Edaran Dirjen Pendis Nomor B-1715/Dt.I.I/HM-01/06/2019 tersebut juga memuat beberapa hal lain yang selengkapnya adalah sebagai berikut:

  • Memperhatikan dan mempertimbangkan beberapa hal teknis dan jadwal pembelajaran di Madrasah, maka pelaksanaan KSM Tahun 2019 dilakukan perubahan jadwal sebagai berikut :
  1. KSM tingkat Kabupaten/Kota semula hari Sabtu, tanggal 13 Juli 2019 menjadi hari Sabtu tanggal 20 Juli 2019.
  2. KSM tingkat Provinsi, semula hari Sabtu, tanggal 3 Agustus 2019 menjadi hari Kamis tanggal 15 Agustus 2019.
  3. KSM tingkat Nasional, semula tanggal 9 s/d 13 September 2019 menjadi 16 s/d 20 September 2019.
  • Pendaftaran peserta KSM tingkat Kabupaten/Kota dilakukan mulai tanggal 11 Juni 2019 sampai 10 Juli 2019 dilakukan secara online, dan dapat di akses melalui alamat URL : https://ksm.kemenag.go.id/
  • Mekanisme pendaftaran dan persyaratan termuat dalam alamat website di atas.
  • Komite Kabupaten/Kota memiliki tugas memverivikasi kelengkapan persyaratan peserta yang berhak mengikuti kompetisi, melalui sistem website diatas.
  • Akun komite Kabupaten/Kota dan komite Provinsi untuk masuk kedalam alamat website di atas akan disampaikan terpisah dari surat ini.
  • Agar pelaksanaan KSM Tahun 2019 ini berjalan dengan baik dan sukses, diharapkan saudara agar mengkordinasikan kepada setiap unsur terkait.


Dengan adanya revisi pelaksanaan KSM Tahun 2019 ini tentu harus disikapi oleh semua pihak. Baik oleh calon peserta dan guru pembimbing KSM, madrasah, maupun penyelenggara di tingkat kakbupaten/kota, provinsi, maupun nasional.



Kamis, 13 Juni 2019

Kalender Pendidikan Madrasah Tahun Pelajaran 2019/2020 (Libur Ahad dan Jum'at)




Sehubungan dengan akan dimulainya kegiatan Pembelajaran di RA, MI, MTs dan MA Tahun Pelajaran 2019/2020, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam telah menerbitkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 3063 Tahun 2019 tentang Kalender Pendidikan Madrasah Tahun Pelajaran 2019/2020.

Download Kalender Pendidikan Madrasah Tahun Pelajaran 2019/2020 Disini

Untuk madrasah yang libur Hari Jum'at bisa mendownload Disini

Tersedia juga KALENDER PENDI MAARIF NU JATIM 2019-2020

Untuk Kalender Pendidikan Madrasah Jawa Timur Tahun Pelajaran 2019/2020 dalam bentuk exel DAPAT DI DOWNLOUD DISINI





Rabu, 12 Juni 2019

PELAKSANAAN PPG DALAM JABATAN TAHUN 2019




Sehubungan dengan dimulainya Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan (PPG Daljab) Tahun 2019. Direktorat Pendidikan Madrasah telah mengumumkan hasil Kelulusan Seleksi Akademik. 

Berkenaan dengan itu Agar Peserta Memperhatikan Hal-Hal Sebagai Berikut:
  1. Pengumuman Hasil kelulusan Seleksi Akademik dapat dilihat di melalui Akun Individu guru di SIMPATIKA
  2. Status Kelulusan Seleksi Akademik Terdiri dari: Lulus seleksi Akademik dengan Status Calon Mahasiswa PPG, Lulus seleksi akademik dengan Status Cadangan calon Mahasiswa PPG, Lulus Seleksi Akademik dengan Status Belum memenuhi Kuota PPG, dan Tidak Lulus Seleksi Akademik. Penjelasannya bisa dibaca di  sini : Penjelasan-Notifikasi PPG Dalam Jabatan
  3. Calon Peserta PPG 2019 yang Lulus Seleksi Akademik dan Lolos Kuota PPG Daljab maupun sebagai Cadangan wajib melakukan Konfirmasi Ulang kesediaan mengikuti PPG dengan mengunggah Pakta Integritas melalui SIMPATIKA.
  4. Konfirmasi Kesediaan dengan Mengunggah Pakta Integritas melalui akun Individu Guru di SIMPATIKA dapat dilakukan sampai Tanggal 16 Juni 2019 Pukul 23.59
  5. Ajuan Pakta Integritas Calon Peserta/Cadangan akan disetujui/ditolak Kanwil Provinsi sesuai dengan Ketentuan yang berlaku
  6. Bagi Calon Peserta/Cadangan yang tidak mengunggah Pakta Integritas sampai Batas waktu tersebut dinyatakan mengundurkan diri dan akan digantikan dengan Peserta Cadangan yang telah mengunggah Pakta Integritas dan disetujui Kanwil Provinsi
  7. Bagi Calon Peserta yang Ajuannya telah disetujui oleh Kanwil Provinsi, selanjutnya Menjadi Mahasiswa PPG Tahun 2019 dan Memulai tahapan daring mulai Tanggal 13 Juni 2019
  8. Mahasiswa PPG Tahun 2019 wajib mengirimkan berkas Verifikasi Dokumen sesuai Daftar yang tertera di Lampiran S34c ke LPTK/PTKIN Penyelenggara PPG masing-masing melalui POS atau Langsung paling lambat sampai dengan tanggal 30 Juni 2019.
Download Surat Direktorat Pendidikan Madrasah Disini



PENJELASAN NOTIFIKASI PPG DALAM JABATAN DI SIMPATIKA




  • Lulus Seleksi Akademik Tahun 2018, MASUK Kuota PPG 2019
Silahkan Unggah Berkas (Pakta Integritas) untuk mengikuti Proses selanjutnya..!!

  • Lulus Seleksi Akademik Tahun 2018, TIDAK Masuk Kuota PPG 2019
Karena keterbatasan kuota, Anda tidak masuk kuota PPG 2019, Mohon menunggu panggilan PPG pada periode selanjutnya..!!

  • Lulus Seleksi Akademik Tahun 2019, TIDAK Masuk Kuota PPG 2019
Karena keterbatasan kuota, Anda tidak masuk kuota PPG 2019, Mohon menunggu panggilan PPG pada periode selanjutnya..!!

  • Lulus Seleksi Akademik Tahun 2019, MASUK Kuota PPG 2019 dan BELUM Unggah Pakta
Silahkan Unggah Berkas (Pakta Integritas) untuk mengikuti Proses selanjutnya

  • Lulus Seleksi Akademik Tahun 2019, MASUK Kuota PPG 2019 dengan Status Cadangan
Silahkan Unggah Berkas (Pakta Integritas) untuk mengikuti Proses selanjutnya, Namun Panggilan sebagai peserta PPG menunggu info selanjutnya…
Pantau Terus Akun Simpatika Anda..!!

  • Lulus Seleksi Akademik Tahun 2019, MASUK Kuota PPG 2019 dengan Status Cadangan Sudah Unggah Pakta dan Sudah Diverifikasi Kanwil
Panggilan sebgai peserta PPG menunggu info selanjutnya (jika ada kuota yang kosong)
Pantau Terus Akun Simpatika Anda..!!

  • Lulus Seleksi Akademik, MASUK Kuota PPG 2019, SUDAH Unggah Pakta, Tapi Belum Diverifikasi oleh Kanwil
Silahkan Pantau Terus Akun Anda sampai diverifikasi oleh Kanwil untuk mengikuti proses selanjutnya…!!

  • Lulus Seleksi Akademik MASUK Kuota PPG 2019, SUDAH Unggah Pakta dan Sudah Diverifikasi oleh Kanwil
Silahkan Cetak Form A1 kemudian dikirim ke LPTK beserta berkas persyaratan lainnya yang tercantum dalam S34c lampiran

  • TIDAK LULUS Seleksi Akademik Tahun 2019
Silahkan mengikuti Seleksi Akademik kembali pada periode berikutnya..!!


Untuk selengkapnya bisa diunduh file di bawah ini.

NOTIFIKASI PPG 2019 DI SIMPATIKA



Selasa, 11 Juni 2019

CARA DAFTAR ONLINE PESERTA KSM TAHUN 2019




Berikut ini kami Paparkan Cara Daftar Online untuk Mengikuti Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tahun 2019:


Lembaga (Madrasah/Sekolah)

Agar bisa mendaftarkan Peserta KSM tingkat Kabupaten/kota, Madrasah/Sekolah harus membuat Akun KSM terlebih dahulu pada halaman utama dengan cara klik tombol Buat Akun


Langkah yang pertama, masukkan NPSN dan klik CEK DATA maka otomatis Nama Madrasah akan Muncul. Lengkapi Jenjang Madrasah, Nomor Handphone dan Email dan klik NEXT


Langkah selanjutnya Buat Password. Isi pilihan mengisi Password dan ulangi Password. Setelah diisi klik NEXT.

Selanjutnya pilih sesuai Provinsi, pilih Kabupaten, Kecamatan dan Kelurahan serta Alamat.



Setelah berhasil membuat akun, Anda akan dialihkan ke halaman Aplikasi, klik menu Ketua Delegasi untuk mengisi Ketua Delegasi.


Setelah mengisi Menu Ketua Delegasi, selanjutnya klik menu Pendaftaran Peserta KSM untuk mendaftarkan Peserta KSM Tingkat Kabupaten/kota.
Klik Menu Pendaftaran Peserta KSM. Input Form Peserta KSM Sesuai Jumlah Siswa yang mengikuti KSM. Upload Foto, NISN, Nama Peserta, Jenis Kelamin, Kompetisi yang diikuti, Tempat Tanggal Lahir, Email dan Nomor Handphone. Jika sudah terisi selanjutnya klik Simpan Data. 



Peserta yang Anda daftarkan selanjutnya akan diverifikasi oleh Komite Kabupaten/kota, hanya Peserta yang diverifikasilah yang berhak mengikuti KSM tingkat Kabupaten/kota.

Peserta yang sudah diverifikasi dapat dilihat di menu Peserta Tes Kab/ko berikut fitur untuk mencetak kartu tes Peserta. Pencetakan Kartu Peserta yang Sudah diverifikasi oleh Kabupaten dapat dilakukan Pada Tanggal 1 Juli 2019.

Jika Peserta yang Anda kirimkan berhak mengikuti KSM Tingkat Provinsi, dapat dilihat pada menu Peserta Tingkat Provinsi
Jika Peserta yang Anda kirimkan berhak mengikuti KSM Tingkat Nasional di Manado, dapat dilihat pada menu Peserta Tingkat Nasional.

Sebelum membuat Akun, mohon catat NPSN dan Password Anda agar dapat digunakan untuk login tanpa membuat Akun kembali.

Untuk panduan selengkapnya bisa diunduh file di bawah ini.

User Manual Registrasi KSM 2019



Minggu, 09 Juni 2019

Aku Korban Kekerasan Guru


Tulisan ini ditulis oleh akun Ndah Indah


Akulah Korban Kekerasan Guru

Perkenalkan, aku Indah. Lulusan terbaik Universitas Negeri Jakarta.
Kapan aku duduk di bangku SD? Pada masa teknologi masih Radio dengan antena, dan Televisi masih hitam putih dikeroyok semut.
Aku korban kekerasan guru sejak kelas tiga SD. Masih segar di ingatan, wali kelasku, Pak Yunus, berteriak marah, "hey, kamu! Maju ke depan kelas!" Dengan wajah menantang aku berdiri, menghampiri beliau.
"Selesaikan soal ini!" Lelaki empat puluh tahun itu memukul papan tulis dengan penggaris kayu. "Salah sedikit saja, habis kamu!" Aku dengan yakin mengerjakan soal matematika yang ia berikan.
"Sudah, Pak." Aku berseru dengan sombong. Yakin kalau jawabanku pasti benar.
Tapi ....
Plak ...! Penggaris dengan panjang satu meter itu mendarat di tubuh bagian belakangku. "Kamu perempuan, tapi bengal minta ampun! Duduk!" Aku kembali ke kursi sambil mengusap bagian yang sakit.

Di lain kesempatan, saat aku kelas lima, aku di panggil wali kelas dua, guru wanita yang terkenal killer, kejam dan suka menghukum. Namanya Bu Hernita. Matanya menakutkan, selalu membawa rotan di tangannya.
"Indah, kamu tadi memukul siswa kelas dua. Betul?" Aku biasanya selalu berani menghadapi guru, tapi hari itu, aku tertunduk takut. "Jawab...!" Wanita itu berteriak sambil memukul meja.
Aku benar-benar mati gaya waktu itu. Darah premanku menghilang. Padahal aku sudah sering dipanggil guru, tapi selalu selamat dari guru satu ini. Tapi kali ini, sepertinya adalah hari sialku.
"Kemari...!" Tanganku di tarik mendekat, "kepalkan tanganmu!" Aku menuruti, dan tiga puluh pukulan mendarat di kepalan tangan kecilku. Menangis? Ya, aku menangis, tentu saja, kalian boleh mencobanya, kalau tidak percaya, rasanya sakit!
"Aku akan laporkan pada ayahku!" Aku menangis dan berteriak, mengambil tas di kelas dan berlari pulang.
Tiba di rumah, aku menceritakan semuanya dengan jujur. Apa tanggapan ayahku? Dia menggandeng tanganku, dan kembali ke sekolah. Aku tersenyum penuh kemenangan.
"Rasakan ...." kataku dalam hati.
Tapi ... tiba di sekolah, Ayah menghampiri Bu Hernita, dan berkata, "hukum dia lebih keras lagi, Bu, karena dia tidak sadar apa kesalahannya." Ayah meraih penggaris dan memukul tanganku berulang kali. Dan Bu Hernita menghentikan tindakan Ayah. "Di sekolah, hanya kami yang boleh menghukum. Bapak boleh pulang...!" tegas Bu Hernita.

Setelah Ayah pulang, Bu Hernita membawaku ke lapangan. Mengumpulkan semua siswa.
"Dengar semuanya! Mulai hari ini, Ibu tidak mau ada yang berteman dengan Indah ... kalau ada yang berteman, akan Ibu hukum! Faham?" Tatapan Bu Hernita beralih padaku, "dan kamu, kalau masih bersikap seperti ini. Ibu akan keluarkan kamu dari sekolah!" Kemudian beliau berlalu begitu saja.

Terhitung sejak hari itu, aku tidak memiliki satu orang teman pun. Semua teman menjauh setiap kali aku mendekat.

Aku sudah kelas lima menuju kelas enam waktu itu, usiaku bukan balita lagi. Aku sudah remaja, seharusnya sikapku tak seburuk itu.

Sampai pada puncak yang membuat aku terpukul lebih keras dari pukulan Bu Hernita, sore itu sepulang sekolah aku di panggil kepala sekolah. Saat aku masuk, ada Bu Hernita di sana.

"Indah, nilai kamu sejak kelas satu tidak buruk. Kelas satu sampai kelas dua, kamu selalu juara umum. Apa kamu tidak bertanya-tanya, kenapa di kelas tiga sampai kelas lima kamu tidak juara?" Kepala sekolah ku bernama Pak Sudirman, orangnya sangat lembut. Berbicara dengan penuh kasih sayang, "nilai kamu masih tinggi. Bahkan lebih tinggi dari peraih juara umum kita. Tapi perilaku kamu ini, yang membuat nilai angka rapormu tidak ada gunanya."

Aku tertunduk, Bu Hernita mengusap kepalaku. "Kemari, dengarkan Ibu." Jujur baru sekali itu aku melihat Bu Hernita selembut kapas berbicara padaku.

"Kamu tahu, Ndah? Apa yang paling berguna? Bukan angka-angka di rapor itu. Melainkan ... ini." Tangan beliau menyentuh dadaku. Aku sudah remaja waktu itu, dan sudah sangat memahami maksud beliau. Bagaimana rasanya? Malu! Ingin menangis, tapi tidak bisa. Jadinya? Sesak di dada!

"Begini, apa Ndah mau berubah? Karena kalau Ndah seperti ini terus, sekolah tidak akan meluluskan." Aku melihat ke arah Bu Hernita, aku tahu beliau serius.
"Mau berubah?" Bisik beliau pelan. Aku mengangguk. Pelan.
"Ndah janji, Ndah berubah, Bu. Ndah janji gak nakal lagi!"

Sejak hari itu, aku adalah Indah yang baru. Aku terlahir menjadi pribadi yang berbeda. Dan benar saja, saat kelas enam, aku kembali meraih juara umum.
Aku lulus tes dengan nilai terbaik di SMP favorit. Juga masuk dan lulus SMA dengan nilai yang masih sangat memukau, hingga aku berhasil meraih beasiswa sampai menyelesaikan S1.

Ketika lulis SMA, aku berkunjung ke rumah Bu Hernita, menanyakan satu hal yang dulu tidak berani aku tanyakan.
"Kenapa di rapor, meski aku tidak juara, nilaiku masih di tulis dengan jujur?"
Beliau menjawab, "karena itu nilai kamu. Kami tidak berhak mempermainkannya."

Bertanya-tanya apa saja kenakalanku? Banyak teman-teman. Aku memukul adik dan kakak kelas, padahal mereka tidak sengaja menginjak kakiku waktu antri beli makan di kantin. Aku membuang buku PR teman sekelas yang sering mengangguku, terlebih aku ini perempuan. Dan masih banyak lagi kenakalanku yang lain, sejak kapan? Sejak aku kelas tiga. Luar biasa bukan? Ya, aku anak nakal yang selalu di pukul oleh guru, nyaris setiap hari.

Akulah Indah, korban kekerasan guru, yang berhasil meraih gelar sarjana dengan masa kuliah tiga tahun.
Akulah Indah, korban kekerasan guru, yang setiap hari memiliki luka di bagian jari.
Apakah kedua orang tuaku melaporkan mereka? Ooh tidak! Orang tuaku tahu, bagaimana sifat dan sikapku. Itulah kenapa mereka akan tambah memarahiku, setiap kali aku terkena hukuman.

Akulah Indah, korban kekerasan guru, yang sangat berterimakasih pada rotan dan penggaris kayu itu.
Namaku, Indah. Aku bahagia guruku pernah memukul saat aku nakal.
Terimakasih, Bu Hernita, rotan itu bukan hanya melukai tanganku. Tapi juga berhasil memukul keras batu yang ada di hatiku.
Beliau selalu memanggilku "Ndah" kalau aku sedang tidak bermasalah. Tapi saat aku berbuat salah, beliau akan menyebut namaku "Indah!" Dengan sangat keras.
Aku memakai nama 'Ndah' karena aku berterimakasih pada beliau.

Bu, Pak, tahukah anda?
Hanya anda yang tahu karakter anak-anak anda. Bagaimana bisa anda lepaskan tanggung jawab kepada gurunya di sekolah? Tapi anda menahan hak didik bagi mereka atas anak anda.
Bu, Pak, pikirkanlah, apakah mungkin seorang guru tiba-tiba memukul siswanya tanpa kesalahan?
Bu, Pak, mereka menggunakan tangan untuk menjewer. Tapi mereka menghabiskan setengah hidupnya untuk keberhasilan anak anda.
Saat anak anda menjadi dokter, anda berkata dengan bangga, "ini anakku, menjadi dokter karena kerja kerasku!"
Bu, Pak, pernahkah saat anak anda pintar membaca, lantas anda berterimakasih, pada gurunya?
Saat anak anda pandai menghitung, pernahkah berpikir untuk mendoakan gurunya?
Bu, Pak, kalian mengirim mereka ke sekolah, karena kalian tahu, mereka butuh seorang guru. Lantas, mengapa saat anak anda mendapat secuil cubitan, jeweran, lantas anda melaporkan gurunya ke polisi? Memenjarakan gurunya begitu saja.
Bu, Pak, anda tahu karakter anak anda. Pikirkanlah kenapa mereka di jewer, di cubit. Karena gurunya menyayangi mereka, memperlakukan mereka seperti anak sendiri.
Bu, Pak, aku bukan guru, tapi aku adalah korban kekerasan guru, dan aku bangga guruku bersikap keras terhadapku. Karena kalau tidak, maka aku tidak akan seperti sekarang.
Bu, Pak, tidak perlu membawa bingkisan untuk gurunya. Cukup hargai mereka, tundukkan kepala dan ingat bagaimana peranannya untuk masa depan putra dan putri anda.

Mereka guru, dengan tulus mendidik, tapi di rumah, anda memberi anak-anak dengan gadget, dan tontonan televisi yang tak bermoral. Lalu, anda menyalahkan guru ketika anak anda berperangai buruk.
Kilau emas yang anda pakai itu, adalah hasil kerja keras penambang yang digaji tak seberapa.
Begitulah kerasnya kerja seorang pembentuk, seperti guru.

#LoveForTeacher



Kamis, 06 Juni 2019

SEJARAH KETUPAT



Dalam suasana lebaran Idul Fitri ini, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, Minal 'Aidzin Walfaidzin, dan Mohon maaf lahir bathin.

Adalah Sunan Kalijaga yang pertama kali memperkenalkan Ketupat/Kupat pada masyarakat Jawa. Sunan Kalijaga membudayakan 2 kali BAKDA, yaitu bakda Lebaran dan bakda Kupat yang dimulai seminggu sesudah Lebaran.

Arti Kata Ketupat

Dalam filosofi Jawa, ketupat memiliki makna khusus. Ketupat atau KUPAT merupakan kependekan dari Ngaku Lepat dan Laku Papat.
  • Ngaku lepat artinya mengakui kesalahan.
  • Laku papat artinya empat tindakan.

Ngaku Lepat

Tradisi sungkeman menjadi implementasi ngaku lepat (mengakui kesalahan) bagi orang jawa.
Sungkeman mengajarkan pentingnya menghormati orang tua, bersikap rendah hati, memohon keikhlasan dan ampunan dari orang lain.

Laku Papat
  1. Lebaran
  2. Luberan
  3. Leburan
  4. Laburan

Lebaran
Sudah usai, menandakan berakhirnya waktu puasa. 

Luberan
Meluber atau melimpah, ajakan bersedekah untuk kaum miskin.
Pengeluaran zakat fitrah.

Leburan
Sudah habis dan lebur. Maksudnya dosa dan kesalahan akan melebur habis karena setiap umat islam dituntut untuk saling memaafkan satu sama lain.

Laburan
Berasal dari kata labur, dengan kapur yang biasa digunakan untuk penjernih air maupun pemutih dinding.
Maksudnya supaya manusia selalu menjaga kesucian lahir dan batinnya.


FILOSOFI KUPAT - LEPET

KUPAT

Kenapa mesti dibungkus janur? 
Janur, diambil dari bahasa Arab " Ja'a nur " (telah datang cahaya ). 
Bentuk fisik kupat yang segi empat ibarat hati manusia.
Saat orang sudah mengakui kesalahannya maka hatinya seperti kupat yang dibelah, pasti isinya putih bersih, hati yang tanpa iri dan dengki.
Kenapa? karena hatinya sudah dibungkus cahaya (ja'a nur).



LEPET

Lepet = silep kang rapet.
Mangga dipun silep ingkang rapet, mari kita kubur/tutup yang rapat.
Jadi setelah ngaku lepat, meminta maaf, menutup kesalahan yang sudah dimaafkan, jangan diulang lagi, agar persaudaraan semakin erat seperti lengketnya ketan dalam lepet.

Sungguh..!!!
Betapa besar peran para wali dalam memperkenalkan agama Islam.



Senin, 03 Juni 2019

Idul Fitri 1440 H Jatuh pada 5 Juni 2019


Foto: Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menggelar konferensi pers hasil sidang isbat Lebaran 2019

Pemerintah melalui Kementerian Agama menggelar sidang isbat petang ini. Sidang menetapkan 1 Syawal 1440 Hijriah atau Idul Fitri jatuh pada 5 Juni 2019.

"Sebagaimana ketentuan, sebagaimana kaidah yang berlaku. Ketika hal itu terjadi maka Bulan Ramadhan tahun ini digenapkan menjadi 30 hari. Itu artinya besok hari Selasa kita masih berpuasa karena masih Ramadhan. Dengan demikian 1 Syawal 1440 H jatuh pada hari Rabu tanggal 5 Juni 2019," ujar Menag Lukman Hakim Saifuddin di kantor Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (3/6/2019).

Proses penentuan awal Syawal oleh Kemenag ini menggunakan metode hisab dan rukyat dalam penentuan awal bulan Hijriah. Hal itu sebagaimana diatur di dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.

Sebelumnya juga, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (3/6/2019) mengatakan "Dalam rangka penentuan awal Syawal 1440 H, tim rukyatul hilal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama/Lembaga Falakiah pada hari Senin, 3 Juni 2019, atau 29 Ramadhan 1440 H telah melakukan rukyatul hilal bil fi'li di beberapa lokasi rukyat yang telah ditentukan dan tidak berhasil melihat hilal," 


"Maka dengan ini, PBNU meng-ikhbar-kan (memberitahukan) bahwa awal bulan Syawal tahun 1440 H atau Idul Fitri jatuh pada hari Rabu tanggal 5 Juni 2019," ujarnya.

Jauh sebelum Pemerintah dan PBNU, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah mengeluarkan Maklumat tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah 1440 H,



KELUARGA BESAR MI SIROJUL ULUM 
LOPANG KEMBANGBAHU LAMONGAN, 
MENGUCAPKAN:

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1440 H.
TAQABBALALLAHU MINNA WA MINKUM,
MINAL AIDZIN WAL FAIZIN, 
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.




Edaran Penyaluran dan Pencairan BOP RA dan BOS Madrasah TA. 2025

  Sebagai tindak lanjut persiapan penyaluran Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan Raudhatul Athfal (RA) dan Bantuan Operasional Sekolah ...