Selamat Datang

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Salamat Datang Di Website MI Sirojul Ulum, Lopang, Kembangbahu, Lamongan

Jumat, 31 Mei 2019

Persiapan Berkas Bagi Yang Lulus Pre Test PPG Tahun 2019



Berkas yang harus disiapkan setelah dinyatakan Lulus Pre Test Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam Jabatan Tahun 2019 untuk dikirim ke LPTK lewat Kantor Kementerian Agama masing-masing yaitu:

  1. Cetak Pakta Integritas di Akun Simpatika masing-masing, ditanda tangani di atas materai, scan lalu upload lagi di Simpatika. Catatan: Jika sudah Upload Pakta Integritas bermaterai artinya Peserta PPG sudah siap dengan segala konsekuensinya di LPTK-nya termasuk segala biaya dan administrasinya, karena jika sudah upload Pakta Integritas dan di tengah jalan mengundurkan diri, maka akan dikenakan sanksi tidak dapat mengikuti PPG selama 5 (lima) tahun berturut-turut.
  2. Siapkan SK mulai TMT awal sampai akhir yang telah dilegalisir
  3. Ijazah S1 yang telah dilegalisir basah
  4. SK Pembagian Tugas Mengajar yang (sesuai/sinkron) di Simpatika (SK Pembagian Tugas semester terakhir jika ijazah S1 yang LINIER dengan jam mengajar di satminkal selama 2 (dua) semester terakhir, atau SK pembagian Tugas Mengajar 4 (empat) tahun terakhir berturut2 bagi yang S1 yang TIDAK LINIER dengan jam mengajar di simpatika-nya
  5. Surat Keterangan Sehat dari Puskesmas atau Rumah Sakit Pemerintah
  6. SKCK dari Kepolisian POLSEK/POLTABES setempat
  7. Legalisir KTP oleh Kepala Desa/Kelurahan setempat
  8. Pas Foto background warna merah dengan perempuan kerudung hitam.






Kamis, 30 Mei 2019

Kemenag Buka Beasiswa S2 Bagi Guru Dan Calon Pengawas Madrasah Tahun 2019



Kementerian Agama Republik Indonesia membuka Pendaftaran Beasiswa S2 Bagi Guru dan Calon Pengawas Madrasah Tahun 2019.

Sasaran dari Program Beasiswa ini:
  1. Guru PNS Kementerian Agama yang Mengajar Pada Madrasah
  2. Guru Tetap Yayasan yang Mengajar pada Madrasah Swasta
  3. Guru Non PNS yang Mengajar pada Madrasah Negeri

Tahapan Pendaftaran Beasiswa ini yaitu:
  1. Pendaftaran Mulai Tanggal 27 Mei-26 Juli 2019
  2. Seleksi Administrasi Tanggal 29 Juli-30 Juli 2019
  3. Pengumuman Seleksi Administrasi Tanggal 31 Juli 2019
  4. Tes Pada Tanggal 5-6 Agustus 2019
  5. Perkuliahan Mulai September 2019


Ada 11 Perguruan Tinggi yang bermitra dengan Kementerian Agama dalam Program Beasiswa ini dengan Jumlah Kuota 200 Orang. Rincian Program Studi dan Kuota yaitu:
  1. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Program Studi PAI Jurusan Fikih Kuota 17 Orang
  2. UIN Sunan Kalijogo Jogjakarta, Program Studi PAI Jurusan SKI Kuota 17 Orang
  3. UIN Walisongo Semarang, Program Studi PAI Jurusan Aqidah Akhlak Kuota 17 Orang
  4. UIN Sunan Ampel Surabaya, Program Studi PAI Jurusan Qur'an Hadits Kuota 17 Orang
  5. UIN Raden fatah Palembang, Program Studi PAI Jurusan Fikih Kuota 17 Orang
  6. UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Program Studi PAI Jurusan SKI Kuota 17 Orang
  7. UIN Alauddin Makassar, Program Studi PAI Jurusan Aqidah Akhlak Kuota 17 Orang
  8. Universitas Wahid Hasyim Semarang, Program Studi PAI Jurusan Fikih Kuota 17 Orang
  9. UIN Maliki Malang, Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Kuota 17 Orang
  10. Universitas Negeri Malang, Program Studi Pendidikan Matematika Kuota 15 Orang, dan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Kuota 15 Orang
  11. STAI Al Hikmah Jakarta, Program Studi MPI Jurusan Fikih Kuota 17 Orang


Persyaratan Calon Peserta:
  • Guru PNS, Guru Non PNS, Guru Tetap yayasan NON PNS minimal telah mengabdi pada Madrasah selama 2 Tahun.
Guru Tetap yang di SK-kan oleh Ketua yayasan tempat bertugas , dengan syarat yang bersangkutan setelah studi bersedia bertugas kembali (sekurang-kurangnya 5 Tahun)pada lembaganya dibuktikan Surat Pernyataan Bermaterai
Calon Pengawas Madrasah semua Jenjang binaan Kementerian Agama , minimal sudah mengabdi sebagai guru minimal 8 Tahun, untuk unsur kepala madrasah minimal sudah menjabat selama 4 Tahun
  • Berpendidikan S1 dari Perguruan Tinggi Terakreditasi
  • Pengampu salah satu dari mata pelajaran berikut: Pendidikan Agama Islam Aqidah Akhlak, Al Quran Hadits, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI),Matematika, Bahasa Inggris, dan Bahasa Arab
  • Memiliki IPK 2,75 pada Jenjang S1
  • Memiliki kemampuan Bahasa Inggris dan bahasa lainnya dibuktikan dengan sertifikat
  • Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) atau Nomor Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NPK) diutamakan bagi yang sudah Sertifikasi
  • Usia Maksimal 43 Tahun terhitung per tanggal 31 Desember 2019.




Senin, 27 Mei 2019

SYEKH SUBAKIR SANG WALIYULLAH PENUMBAL TANAH JAWA




SYEKH SUBAKIR SANG WALIYULLAH PENUMBAL TANAH JAWA SANG PENUMPAS DEMIT TANAH JAWA
KISAH PERJANJIAN ANTARA SABDOPALON DENGAN SYEKH SUBAKIR

Konon ada semacam perjanjian antara Sabdopalon sebagai Pamomong (Danyang Gaib) Tanah Jawa dengan Syeh Subakir sebagai penyebar Agama Islam generasi awal di Jawa ini. Tersebutlah kisah tersebut dalam tulisan lontar kuno. Lontar tersebut diperkirakan ditulis oleh Kanjeng Sunan Drajad atau setidak – tidaknya oleh murid atau pengikut beliau.

Cerita tentang kisah ini pernah dipentaskan sebagai lakon wayang kulit bergenre wayang songsong (wayang kulit yang berisi cerita hikayat dan legenda Jawa) yang digelar di Desa Drajad, Paciran, Lamongan ( sebuah desa tempat situs Sunan Drajad ).

Kisah diawali dengan adanya persidangan di Istana Kesultanan Turki Utsmania di Istambul yang dipimpin langsung oleh Sultan Muhammad I. Persidangan kali ini membahas mimpi Sang Sultan. Menurut Sultan Muhammad, beliu bermimpi mendapat perintah untuk menyebarkan dakwah islamiah ke Tanah Jawa. Adapun mubalighnya haruslah berjumlah sembilan orang. Jika ada yang pulang atau wafat maka akan digantikan oleh ulama lain asal tetap berjumlah sembilan.

Maka dikumpulkanlah beberapa ulama terkemuka dari seluruh dunia Islam waktu itu. Para ulama yang dikumpulkan tersebut mempunyai spesifikasi keahlian masing-masing. Ada yang ahli tata negara, ahli perubatan, ahli tumbal, dll. Titah dari Baginda Sultan Muhammad kepada mereka adalah perintah untuk mendatangi Tanah Jawa dengan tugas khusus yaitu penyebaran Agama Islam.

Dibawah ini adalah dialog antara Sabdopalon dengan Syeh Subakir yang terjadi di atas Gunung Tidar. Syeh Subakir adalah salah satu ulama yang diutus Sultan Muhammad untuk menyebarkan Islam di Tanah Jawa ini. Adapun keahlian Syeh Subakir adalah dalam bidang membuat danmemasang tumbal. Dialog yang penulis turunkan ini adalah dialog versi imaginer yang penulis olah dari hikayat tersebut dengan sumber bahasa penulis sendiri.

Syeh Subakir : Kisanak, siapakah kisanak ini, tolong jelaskan.

Sabdopalon : Aku ini Sabdopalon, pamomong (penggembala) Tanah Jawa sejak jaman dahulu kala. Bahkan sejak jaman kadewatan (para dewa) akulah pamomong para kesatria leluhur. Dulu aku dikenali sebagai Sang Hyang Ismoyo Jati, lalu dikenal sebagai Ki Lurah Semar Bodronoyo dan sekarang jaman Majapahit ini namaku dikenal sebagai Sabdopalon.

Syeh Subakir : Oh, berarti Kisanak ini adalah Danyang (Penguasa) Tanah Jawa ini. Perkenalkan Kisanak, namaku adalah Syeh Subakir berasal dari Tanah Syam Persia.

Sabdopalon : Ada hajad apa gerangan Jengandiko (Anda) rawuh (datang) di Tanah Jawa ini ?

Syeh Subakir : Saya diutus oleh Sultan Muhammad yang bertahta di Negeri Istambul untuk datang ke Tanah Jawa ini. Saya tiadalah datang sendiri. Kami datang dengan beberapa kawan yang sama-sama diutus oleh Baginda Sultan.

Sabdopalon : Ceritakanlah selengkapnya Kisanak. Supaya aku tahu duduk permasalahannya.

Syeh Subakir : Baiklah. Pada suatu malam Baginda Sultan Muhammad bermimpi menerima wisik (ilham). Wisik dari Hyang Akaryo Jagad, Gusti Allah Dzat Yang Maha Suci lagi Maha Luhur. Diperintahkan untuk mengutus beberapa orang ‘alim ke Tanah Jawa ini. Yang dimaksud orang ‘alim ini adalah sebangsa pendita, brahmana dan resi di Tanah Hindu. Pada bahasa kami disebut ‘Ulama.

Sabdopalon : Jadi Jengandiko ini termasuk ngulama itu tadi ?

Syeh Subakir : Ya, saya salah satu dari utusan yang dikirim Baginda Sultan. Adapun tujuan kami dikirim kemari adalah untuk menyebarkan wewarah suci (ajaran suci), amedar agama suci. Yaitu Islam.

Sabdopalon : Bukankah Kisanak tahu bahwa di Tanah Jawa ini sudah ada agama yang berkembang yaitu Hindu dan BudHa yang berasal dari Tanah Hindu ? Buat apa lagi Kisanak menambah dengan agama yang baru lagi ?

Syeh Subakir : Biarkan kawulo dasih (rakyat) yang memilih keyakinannya sendiri. Bukankah Kisanak sendiri sebagai Danyangnya Tanah Jawa lebih paham bahwa sebelum agama Hindu dan Budha masuk ke Jawa ini, disinipun sudah ada kapitayan (kepercayaan) ? Kapitayan atau ‘ajaran’ asli Tanah Jawa yang berupa ajaran Budhi ?

Sabdopalon : Ya, rupanya Kisanak sudah menyelidiki kawulo Jowo disini. Memang disini sejak jaman sebelum ada agama Hindu dan Budha, sudah ada ‘kapitayan’ asli. Kapitayan adalah kepercayaan yang hidup dan berkembang pada anak cucu di Nusantara ini.

Syeh Subakir : Jika berkenan, tolong ceritakan bagaimana kapitayan yang ada di Tanah Jawa ini.

Sabdopalon : Secara ringkas Kepercayaan Jawa begini. Manusia Jawa sejak dari jaman para leluhur dahulu kala meyakini ada Sang Maha Kuasa yang bersifat ‘tan keno kinoyo ngopo’, tidak bisa digambarkan bagaimana keadaannya. Dialah pencipta segala-galanya. Bawono Agung dan Bawono Alit. Jagad besar dan jagad kecil. Alam semesta dan ‘alam manusia’. Wong Jowo meyakini bahwa Dia Yang Maha Kuasa ini dekat. Juga dekat dengan manusia. Dia juga diyakini berperilaku sangat welas asih.

Dia juga diyakini meliputi segala sesuatu yang ada. Karena itu masyarakat Jawa sangat menghormati alam sekelilingnya. Karena bagi mereka semuanya mempunyai sukma. Sukma ini adalah sebagai ‘wakil’ dari Dia Yang Maha Kuasa itu.

Jika masyarakat Jawa melakukan pemujaan kepada Sang Pencipta, mereka lambangkan dengan tempat yang suwung. Suwung itu kosong namun sejatinya bukan kosong namun berisi SANG MAHA ADA. Karena itu tempat pemujaan orang Jawa disebut Sanggar Pamujan. Di salah satu bagiannya dibuatlah sentong kosong (tempat atau kamar kosong) untuk arah pemujaan. Karena diyakini bahwa dimana ada tempat suwung disitu ada Yang Maha Berkuasa.

Syeh Subakir : Nah itulah juga yang menjadi ajaran agama yang kami bawa. Untuk memberi ageman (pegangan atau pakaian) yang menegaskan itu semua. Bahwa sejatinya dibalik semua yang maujud ini ada Sang Wujud Tunggal yang menjadi Pencipta, Pengatur dan Pengayom alam semesta. Wujud tunggal ini dalam bahasa Arab disebut Al Ahad. Dia maha dekat kepada manusia, bahkan lebih dekat Dia daripada urat leher manusianya sendiri. Ajaran agama kami menekankan budi pekerti yang agung yaitu menebarkan welas asih kepada alam gumebyar, kepada sesama sesama titah atau makhluk.

Lihatlah Sang Danyang, betapa sudah rusaknya tatanan masyarakat Majapahit sekarang. Bekas-bekas perang saudara masih membara. Rakyat kelaparan. Perampokan dan penindasan ada dimana-mana. Ini harus diperbaharui budi pekertinya.

Sabdopalon : Aku juga sedih sebenarnya memikirkan rakyatku. Tatanan sudah bubrah. Para pejabat negara sudah lupa akan dharmanya. Mereka salin sikut untuk merebutkan jabatan dan kemewahan duniawi. Para pandito juga sudah tak mampu berbuat banyak. Orang kecil salang tunjang (bersusah payah) mencari pegangan. Jaman benar-benar jaman edan.

Syeh Subakir : Karena itulah mungkin Sang Maha Jawata Agung menyuruh Sultan Muhammad Turki untuk mengutus kami ke sini. Jadi, wahai Sang Danyang Tanah Jawa, ijinkanlah kami menebarkan wewarah suci ini di wewengkon (wilayah) kekuasaanmu ini.

Sabdopalon : Baiklah jika begitu. Tapi dengan syarat -syarat yang harus kalian patuhi.

Syeh Subakir : Apa syaratnya itu wahai Sang Danyang Tanah Jawa ?

Sabdopalon : Pertama, Jangan ada pemaksaan agama, dharma atau kepercayaan. Kedua, Jika hendak membuat bangunan tempat pemujaan atau ngibadah, buatlah yang wangun (bangunan) luarnya nampak cakrak (gaya) Hindu Jawa walau isi dalamannya Islam. Ketiga, jika mendirikan kerajaan Islam maka Ratu yang pertama harus dari anak campuran. Maksud campuran adalah jika bapaknya parsi /bangsa timur tengah ibunya bangsa suku jawa. Keempat, jangan jadikan Wong Jowo berubah menjadi orang Arab atau Parsi. Biarkan mereka tetap menjadi orang Jawa dengan kebudayaan Jawa walau agamanya Islam. Karena agama setahu saya adalah dharma, yaitu lelaku hidup atau budi pekerti. Hati-hati jika sampai Orang Jawa hilang Jawanya, hilang kepribadiannya, hilang budi pekertinya yang adiluhung maka aku akan datang lagi. Ingat itu. Lima ratus tahun lagi jika syarat – syarat ini kau abaikan aku akan muncul membuat goro-goro.

Syeh Subakir : Baiklah. Syarat pertama sampai keempat aku setujui. Namun khusus syarat keempat, betapapun aku dengan kawan-kawan akan tetap menghormati dan melestarikan budaya Jawa yang adiluhung ini. Namun jika suatu saat kelak karena perkembangan jaman dan ada perubahan maka tentu itu bukan dalam kuasaku lagi. Biarlah Gusti Kang Akaryo Jagad yang menentukannya.

Memang susah untuk mengetahui keadaan, asal usul atau gambaran kondisi sebuah masyarakat nun jauh ke masa lalu. Semakin jauh masa itu, semakin gelap gambarannya. Namun, upaya-upaya ahli sejarah dan lainnya untuk menguaknya patut dihargai. Paling tidak ada sedikit gambaran yang mungkin bisa kita lihat, meski tidak sepenuhnya benar seratus persen.

Beberapa naskah yang beredar mencoba menggambarkan hal itu. Seperti dalam Serat Jangka Syeh Subakir.

“Sampun sangang ewu warsa, inggih wonten pulo ngriki, dedukuh ing hardi Tidar, saweg antuk sewu warsi, langkung taun puniki, Syech Bakir gawok angrungu, dika niku wong napa, napa ta ayekti janmi, umur dika dene ta kaliwat-liwat”

Yang artinya antara lain :
“Sudah 9000 tahun, ya (saya Semar) sudah ada di pulau ini (Jawa), di pedusunan di Gunung Tidar, tapi baru 1000 tahun berjalan, di sini, Syech Subakir heran mendengarnya, engkau ini makhluk apa, apa benar manusia? Kok usianya luar biasa?”

Demikian perkenalan Semar dengan Syech Subakir. Selama ribuan tahun itu Semar bertapa di Gunung Merbabu dan tidak mengetahui keadaan manusia di Jawa. Gambaran tentang kondisi Pulau Jawa juga digambarkan dalam Serat tersebut penuh dihuni oleh demit, jin, gendruwo bekasaan dan sejenisnya. Bahkan beberapa utusan dari negeri Rum sebelum Syeh Subakir dimakan demit (Binadog demit). Dari serat ini, ditegaskan bahwa Raja Rum mendapat petunjuk untuk mengisi pulau Jawa : “jeng Sultan Rum kang winarni, angsal sasmitaning Sukma, dinawuhan angiseni, manungsa pilo Jawi,…”

Syeh subakir mengambil orang-orang Keling (?) untuk dibawa mengisi pulau Jawa, sebanyak 2 laksa (20000) keluarga. Dari serat ini, maka yang mengisi (menjadi penghuni P. Jawa) adalah dari bangsa Keling yang dibawa oleh Syeh Subakir. Padahal dalam naskah itu pula, Semar adalah manusia.

“Sang Hyang Semar lon wuwusnya, gih sumangga karsa Aji, sajatine gih kawula, lan kiraka tiyang Jawi, ing kina prapteng mangkin, kawak daplak inggih ulun, wong Jawa kuna mula, saderenga dika prapti, kula manggen Marbabu pucak haldaka”.

Namun, selama bertapa ribuan tahun itu pula pulau Jawa sudah berubah isinya, bukan manusia seperti Semar, tetapi sudah dikuasai oleh para demit.

Dalam SERAT JANGKA TANAH JAWI gambarannya tidak beda jauh dengan serat Jangak Syeh Subakir, yaitu pertemuan antara Semar dengan Syeh Subakir ketika memberi tumbal (mengusir) para dedemit yang menguasai tanah Jawa. Dalam serat ini ada dialog yang sebenarnya adalah bantahan anggapan bahwa tanah Jawa belum dihuni oleh manusia, hanya oleh bangsa jin dan demit.

“Syekh Bakir lon angandika, sayrkti ing tanah Jawi, pan durung ana manungsa, pan isih rupa wanadri, Hyang Semar matur aris, kawula sajatosipun, ing kina makina, saderenging tuwan prapti, hamba kalih dhedhukuh Rebabu arga”

Artinya :
Syeh Subakir berkata, sebenarnya di tanah Jawa, belum ada manusia, masih berupa hutan. Hyang Semar menjawab dengan lembut, hamba ini sebenarnya, di masa lalu, sebelum kedatangan tuan, hamba berdua (Semar dan Togog) ini penghuni Jawa yang bertempat di gunung Merbabu”.

Namun, dalam serat ini Semar sendiri menjelaskan bahwa dia bukan manusia, tetapi keturunan dewa, Sang Yang Tunggal atau Manikmaya. Agak sedikit berbeda memang dengan serat Jangka Syeh Subakir. Namun pada intinya bahwa Semar dan Togog di masa lalu adalah penghuni pulau Jawa. Apakah hanya mereka berdua? Tentu ini bisa disinkronkan dengan sumber-sumber lain misalnya Babad Demak Pesisiran yang menerangkan silsilah orang tua Syang Hyang Tunggal adalah Sang Yang Wenang, putra dari Sang Yang Wening, putra dari Sang Yang Nurasa, putra dari Sang Yang Nurcahyo atau Sayid Anwar, putra dari Nabi Sis. (dalam versi lain, Sang Yang Wening dan Wenang adalah satu pribadi). Dalam Serat Jangka Tanah Jawi, Semar adalah keturunan dari Nabi Sis (jika digabungkan Babad Demak Pesisiran, karena anak dari Sang Yang Tunggal). Namun, dalam Babad Demak Pesisiran, nama Semar tidak muncul sebagai anak Sang Yang Tunggal. Di sinilah letak gelapnya lagi, Semar di satu sisi mengaku anak Sang Yang Tunggal, namun dalam babad Demak Pesisiran, tidak masuk. Demikian pula dalam Babad Tanah Jawa, Semar dan Togog itu menjadi “penderek” Raden Palasara yang merupakan keturunan dari Sayid Anwar. Dalam babad Tanah Jawa, Palasara merupakan cikal bakal leluhur Jawa, dimana kemudian, Kurawa, Pandawa adalah bagian dari keturunannya (ini menjadi terbalik, bahwa kisah mahabarata itu mulanya dari Jawa).

Dalam serat Babad Demak Pesisiran, Nabi Ibrahim itu berbeda dengan Bathara Brhama. Nabi Ibrahim berada pada garis silsilah Sayid Anwas (saudara Sayid Anwar). Batara Brahma adalah keturunan dari Sayid Anwar.

Masa-masa gelap ini memang memunculkan banyak versi mengenai leluhur Jawa. Buku lain, yaitu SEJARAH KAWITANE WONG JAWA LAN WONG KANUNG menggambarkan : pertama jaman jamajuja (puluhan ribu- buku ini ditulis pada tahun 1931) sudah ada manusia, tetapi masih bertelanjang, seperti kera, hidupnya di gua-gua. Masih dalam masa jamajuja periode 5000 tahun (sebelumnya) manusianya sudah mengalami kemajuan, sudah memakai cawet dari dedaunan, sudah menempati di luar gua. Mereka sudah berkumpul dalam sebuah komunitas. Masyarakat ini disebut dengan masyarakat Lingga (Suku Lingga). Masa kuna (sebelum masehi), orang-orang Sampit berhijrah ke Nusa Kendheng yang kemudian disebut sebagai orang Jawa. Kata Jawa sendiri dirujukkan pada sebutan Bantheng yang “gemati” penuh perhatian terhadap anaknya. Sebab bantheng perempuan disebut Jawi, yang “gemati” kemudian disebut Jawa. Orang-orang Sampit yang mengungsi ke Jawa ini kemudian membuat pertanda awal sebagai orang Jawa, yaitu 230 tahun sebelum masehi (bukan saka). Tahun itu disebut tahun Hwuning (pengingat). Tokoh pimpinan rombongan eksodus ini namanya Khi Seng Dhang, yang kelak kemudian disebut Dhang Hyang (Danyang). Mereka berasal dari Sampit yang keturunan dari suku Hainan. Dari catatan ini, maka orang Jawa (dalam pengertian) pendatang baru yang “gemati”, mau menghormati orang Lingga adalah 230 SM. Namun penduduk Jawa asli, Suku Lingga kemudian bercampur dan kelak memenuhi Jawa.

Dengan demikian, mulainya peradaban Jawa itu 230SM, karena adanya kebudayaan Hainan yang dibawa, sementara suku Lingga yang masih tertinggal, hidup di gua, hutan dan bergantung pada alam, belum disebut sebagai orang Jawa. Ini tentu berbeda dengan versi Serat Jangka Syeh Subakir dan Serat Jangka Tanah Jawi. Jika kita lihat kedatangan Syeh Subakir di tanah Jawa dari sumber lain, sekitar tahun 1404. Jika berasumsi bahwa sebelum tahun itu tanah Jawa tak ada manusianya, maka akan muncul banyak persoalan, bagaimana dengan kerajaan Singasari, Kediri dan lainnya yang sebelumnya ada?
Tentu membaca SERAT JANGKA SYEH SUBAKIR dan SERAT JANGKA TANAH JAWI ini tidak bisa seleterlek ini. Mungkin butuh analisis simbol, semiotik, hermeneutik dan lain sebagainya agar mendapat pemahaman yang lebih luas.
Sebab SERAT JANGKA itu pesan besarnya adalah mengenai “prediksi” masa depan Jawa dalam periodisasi tertentu, bukan membahas asal usul bangsa Jawa.

So, masih terbuka lebar untuk penelitian yang lebih jauh dan mendalam siapa sebenarnya leluhur orang Jawa di masa lampau sekali. Tentu tidak akan ditemukan jawaban tunggal, sebab sebuah masyarakat terdiri dari berbagai unsur, keluarga dan sebagainya, maka akan dimungkinkan banyak versi.

Kembali lagi, bahwa kata Jawa itu bisa diartikan “gemati”, perhatian, menghargai, menyayangi. Jadi siapapun mereka bisa melakukan itu semua di pulau Jawa ini, akan menjadi leluhur Jawa, entah dia dari belahan dunia manapun.

*) Catatan :
Keling, dalam wikipedia adalah daerah yang sekarang bernama India (benua Keling), seperti tercantum dalam sejarah melayu.Pada masa ini perkataan ini kebiasaannya merujuk kepada suku bangsa Dravida termasuk kaum Tamil, Telugu dan Malayalam. Di kawasan yang dulunya Kalinga, penduduknya pada hari ini bertutur dalam bahasa Bahasa Telugu dan Bahasa Oriya.dari BERBAGAI SUMBER

Wallohu a'lam


Sumber : www.kyaiku.com



Minggu, 26 Mei 2019

Cacahing Hawa Napsu




Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Sugeng Dalu para kadang Sutrisna Sedaya Kakung sumawana Putri kang satuhu kinabekten lan kang satuhu kinormatan, mugi-mugi kita Sedaya pinaringan Bagas kawarasan lan ugi tansah jinangkung GUSTI ALLAH SWT, Aamiin.....

HAWA NEPSU PAPAT JRONING MANUNGSA, KADYA KUDA PAPAT NGGERET KRETA

Nalika dititahake ing ngarcapada (ngalam ndonya) dening Gusti Allah kang Agawe Urip, manungsa digawani pawitan akal, nepsu lan budi (cipta, rasa dan karsa). Hawa nepsu iku cacahe papat, yaiku nepsu lawwamah, amarah, sufiyah lan muthmainnah.
  1. Nepsu lawwamah, iku panggonane ing weteng, yaiku nepsu ngelak, luwe lan ngantuk.
  2. Nepsu amarah, yaiku nepsu sing kawujud nalika nesu, srei lan drengki. 
  3. Nepsu sufiyyah, yaiku nepsu kang nuwuhake birahi (nafsu sex), kangen lan tresna marang lawan jinis.
  4. Nepsu muthmainnah, yaiku kabecikan sing kawujud ing katentreman batin. Seneng marang kabecikan lan luhuring budi, uga kasenengan marang guna lan kaya.

Hawa nepsu papat iku sejatine apik kabeh nanging sekaligus uga ala kabeh, gumantung piye carane menungsa ngolah hawa nepsune.

Yen diumbar, hawa nepsu papat iku bakal nuwuhake dredah (bencana) lan masalah, menawa bisa ngatur (mengendalikan) gedhe utawa cilike, hawa napsu papat mau migunani ing ngaurip. Dadi, nepsu papat minangka sarana murih tekan papan panggoan sing kita tuju.

Bebasan kreta sing ditarik jaran papat, kita minangka kusir kudu bisa nyekel talinining kendhali supaya penak lakune tekan tujuan. Kosok baline yen kusir malah manut playune jaran, mesti ora tekan panggonan sing dituju malah bisa kecegur jurang.

Mula, manungsa urip kudu tansah nyaket marang Gusti Alah, kanthi meper (mengendalikan) hawa nepsu. Mangga ing wulan Pasa sing suci iki kita ngibadah siyam lan meper hawa nepsu.

Nuwun ....
Salam paseduluran kebak katresnan
🙏🙏🙏

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.



Sabtu, 25 Mei 2019

Laporan Kegiatan Pondok Ramadhan 1440 H./2019 M.



          
Berikut ini contoh Laporan Kegiatan Pondok Ramadhan 1440 H./2019 M. MI Sirojul Ulum Desa Lopang, Kecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan, bisa didownload melalui tautan dibawah ini:

  1. Cover
  2. Laporan Pelaksanaan
  3. SK Kepanitiaan
  4. Jadwal Kegiatan
  5. Daftar Pembina dan Peserta
  6. Daftar Hadir
  7. Data Perolehan Zakat Fitrah
  8. Photo Kegiatan
  9. Instrumen Monitoring

Atau bisa download keseluruhan file dalam folder melalui tautan di bawah ini

Download Laporan Pondok Ramadhan 1440 H.



Jumat, 24 Mei 2019

Tutorial Cetak dan Unggah Pakta Integritas Bagi Yang Lulus Pretest PPG 2019



Pelaksanaan Ujian Akademik Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam Jabatan Tahun 2019 telah berlangsung beberapa hari ini. Waktu Pelaksanaan Mulai Tanggal 20 s.d 25 Mei 2019. Menurut Kepala Seksi Bina GTK MI/MTs bahwa Peserta PPG yang terdaftar mencapai 138.234 Guru sedangkan kuota 6000 orang bagi guru PAI,Bahasa Arab, Guru Kelas RA/MI sedangkan untuk Mata Pelajaran Umum hanya 800 Orang sehingga Total Kuota yang akan ikut PPG Tahun ini yaitu 6800 orang seluruh Indonesia. 

Bagi Guru madrasah yang telah mengikuti ujian pretest PPG dihimbau untuk selalu memantau Akun PTK masing-masing. Bagi yang Lulus diwajibkan untuk melakukan registrasi Pakta integritas dengan cara mengunggah file Scan Pakta Integritas yang telah ditempel materai dan telah ditandatangani melalui akun PTK masing-masing. File pakta integritas dapat diunduh dahulu seperti langkah singkat berikut :

1. Akses Situs Simpatika di https://simpatika.kemenag.go.id/#!/login kemudian Login PTK 

2. Masukkan Email/pegawai ID/NUPTK/SIAP ID dan kata sandi.

3. Pada laman beranda Guru, pilih menu PPG dalam Jabatan, sistem akan mendeteksi apakah Anda telah mengikuti ujian PPG atau belum (dinyatakan lulus atau tidak lulus). Jika sudah mengikuti Pretest PPG, sistem akan menampilkan informasi seperti gambar dibawah ini.

4. Selanjutnya, klik tomboh UNGGAH BERKAS.

5. Pada kotak dialog yang muncul, silakan unduh file Dokumen Pakta Integritas. Klik tombol seperti gambar berikut.

6. Silakan cetak Dokumen Pakta Integritas tersebut, berikut contoh hasil unduh dokumen pakta integritas. 

7. Pastikan tempel materai dan bubuhi tanda tangan pada kolom yang telah disediakan. Pindai (Scan) dokumen tersebut dan simpan pada lokal komputer Anda untuk nantinya diunggah pada sistem.

Berikut langkah singkat unggah file scan dokumen Pakta Integritas :

1. Pada laman beranda Guru, pilih menu PPG dalam Jabatan, selanjutnya, klik tomboh UNGGAH BERKAS.

2. Pada kotak dialog yang muncul, silakan klik tombol Pilih File.

3. Selanjutnya pilih hasil scan pakta integritas pada lokal komputer Anda. Pastikan file yang diunggah hanya Lembar Surat S34c Tanpa Lampiran, harus bertipe gif, png, jpg dan jpeg berukuran minimal 200KB dan maksimum 1MB.

4. Jika telah sesuai klik LANJUT.

5. Cek kembali hasil unggah file tersebut, klik Lihat File untuk melihat hasil unggah file scan dokumen Pakta Integritas Anda.

6. Jika telah sesuai, klik SIMPAN atau klik Edit Kembali jika belum sesuai.

7. Data file pakta integritas telah tersimpan, silakan tunggu proses verifikasi dari Kanwil setempat.

8. Berikut contoh tampilan laman fitur PPG Dalam Jabatan yang telah dilakukan persetujuan verifikasi pakta integritas oleh Kanwil.

9. Sedangkan ajuan berkas yang ditolak oleh Kanwil Kemenag, sistem akan memberikan informasi dan alasan penolakan seperti gambar berikut

10. Jika ajuan Anda ditolak, Anda dapat mengajukan ulang pakta integritas dengan terlebih dahulu memperbaiki data ajuan Anda, selanjutnya klik tombol Unggah Berkas untuk mengunggah kembali berkas yang telah Anda perbaiki.



Jumat, 17 Mei 2019

Juknis PPDB RA, MI, MTs, MA dan MAK Tahun Pelajaran 2019/2020



Petunjuk Teknis (Juknis) PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) bagi RA dan Madrasah di naungan Kementerian Agama dirilis tiap tahun. Demikian juga dengan Juknis PPDB Madrasah Tahun 2019. Adalah Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 631 Tahun 2019 Tentang Petunjuk Teknis Penerimaa Peserta Didik Baru Raudlatul Athfal, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, dan Madrasah Aliyah Kejuruan Tahun Pelajaran 2019/2020.

Juknis yang ditetapkan pada tanggal 31 Januari 2019 dengan ditandatangani langsung oleh Direktur Jenderal Pendis Kemenag, Komaruddin Amin ini mengatur dan jadi pedoman teknis terkait dengan pelaksanaan PPDB di RA, MI, MTs, MA, dan MAK. Sekilas tidak ada perubahan yang signifikan dalam Juknis PPDB RA dan Madrasah tahun 2019/2020 dibanding juknis tahun sebelumnya.


Tata Cara Penerimaan Peserta Didik Baru

Waktu pelaksanaan PPDB RA dan Madrasah, sebagaimana dalam juknis, akan dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan Juli 2019. Proses PPDB dapat diselenggarakan secara daring (online) maupun luring (tidak online) dengan berprinsip pada asal obyektifitas, transparansi, akuntabilitas, tidak diskriminatif, dan kompetitif.

Terkait persyaratan usia calon peserta didik, tidak ada perubahan dari tahun sebelumnya, yakni:
  1. RA, berusia 4-5 tahun (Kelompok A) dan 5-6 tahun (Kelompok B)
  2. MI berusia paling rendah 6 tahun. Calon siswa dengan usia kurang dari 6 tahun yang memilki bakat istimewa dapat diterima dengan dibuktikan rekomendasi tertulis dari psikolog profesional.
  3. MTs, paling tinggi berusia 15 tahun dan telah memiliki ijazah dari jenjang sebelumnya.
  4. MA dan MAK, paling tinggi berusia 21 tahun dan telah memiliki ijazah dari jenjang sebelumnya.

Selain terkait dengan persyaratan usia yang perlu dicermati dalam Juknis PPDB RA dan Madrasah Tahun Pelajaran 2019/2020 adalah terkait dengan rombongan belajar di masing-masing jenjang. Sebagaimana diatur dalam Bab IV Juknis ini, diatur sebagai berikut:
  1. Untuk MI, maksimal 54 rombel/madrasah dan 9 rombel/tingkat dengan jumlah siswa maksimal 28 siswa/rombel.
  2. Untuk MTs, maksimal 32 rombel/madrasah dan 11 rombel/tingkat dengan dengan jumlah siswa maksimal 32 siswa/rombel
  3. Untuk MA, maksimal 36 rombel/madrasah dan 12 rombel/tingkat dengan dengan jumlah siswa maksimal 36 siswa/rombel
  4. Untuk MAK, maksimal 72 rombel/madrasah dan 24 rombel/tingkat dengan dengan jumlah siswa maksimal 36 siswa/rombel
  5. Untuk MILB (Madrasah Ibtidaiyah Luar Biasa), jumlah siswa dalam satu rombel paling banyak 5 peserta didik
  6. Untuk MTsLB (Madrasah Tsanawiyah Luar Biasa) dan MALB (Madrasah Aliyah Luar Bias) jumlah siswa dalam satu rombel paling banyak 8 peserta didik.

Unduh Juknis PPDB Madrasah 2019

Untuk membaca lebih lanjut dan menggunakannya menjadi pedoman dalam penerimaan peserta didik tahun ini, silakan unduh Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 631 Tahun 2019 Tentang Petunjuk Teknis Penerimaa Peserta Didik Baru Raudlatul Athfal, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, dan Madrasah Aliyah Kejuruan Tahun Pelajaran 2019/2020, di bawah ini


Dengan diterbitkannya Juknis PPDB 2019, diharapkan proses dan tahapan penerimaan peserta didik di madrasah pada Tahun Pelajaran 2018/2019 dapat berjalan dengan objektif, akuntabel, transparan, dan tanpa diskriminasi.



Juknis Penulisan Blangko Ijasah RA, MI, MTs dan MA Tahun Pelajaran 2018/2019



Ijazah merupakan dokumen negara yang sah yang diberikan kepada peserta didik yang telah tamat belajar pada suatu jenjang pendidikan.

Ijazah RA, MI, MTs, dan MA diterbitkan oleh satuan pendidikan yang telah memiliki izin operasional.

Ijazah RA, MI, MTs, dan MA, diisi oleh panitia yang tetapkan oleh kepala satuan pendidikan. Ijazah tersebut ditulis tangan dengan baik, benar, jelas, rapi, mudah dibaca, dan bersih dengan menggunakan tinta warna hitam yang tidak mudah luntur dan tidak mudah dihapus.

Penulisan blangko ijazah dilakukan sesegara mungkin setelah satuan pendidikan menerima blangko ijazah dari Kabupaten/Kota/Provinsi. Setelah ijazah disahkan oleh kepala satuan pendidikan, selanjutnya ijazah dibagikan kepada peserta didik yang berhak menerima ijazah.

Jika terjadi kesalahan dalam penulisan blangko Ijazah tidak boleh dicoret, ditimpa, atau di tipe-ex dan harus diganti dengan blangko ijazah yang baru. Blangko Ijazah yang salah dalam penulisan, disilang dengan tinta warna merah secara diagonal pada halaman depan dan belakang sebagai tanda bahwa blanko tersebut tidak sah digunakan.

Terdapat dua jenis blangko Ijazah yaitu blangko ijazah Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013. Nomor seri ijazah terdapat pada halaman depan blangko ijazah bagian bawah, dengan kode sebagai berikut:
  • RA-13 000000001 Nomor Seri Blangko Ijazah RA Kurikulum 2013
  • MI-06 000000001 Nomor Seri Blangko Ijazah MI Kurikulum 2006
  • MI-13 000000001 Nomor Seri Blangko ijazah MI Kurikulum 2013
  • MTs-06 000000001 Nomor Seri Blangko Ijazah MTs Kurikulum 2006
  • MTs-13 000000001 Nomor Seri Blangko Ijazah MTs Kurikulum 2013
  • MA-06 000000001 Nomor Seri Blangko Ijazah MA Kurikulum 2006
  • MA-13 000000001 Nomor Seri Blangko Ijazah MA Kurikulum 2013

Selanjutnya untuk Surat Keputusan dan Materi Juknis Penulisan Ijasah RA, MI, MTs dan MA Tahun Pelajaran 2018/2019, bisa diunduh di bawah ini.




Selasa, 14 Mei 2019

Rekrutmen Program Guru PAI Bina Kawasan Tahun 2019



Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Agama Islam kembali membuka rekrutmen calon guru pendidikan agama Islam (PAI) yang akan dikirim ke daerah perbatasan.

Program Bantuan insentif pembinaan agama dan keagamaan Islam di wilayah perbatasan (Bina Kawasan) ini menjadi salah satu program unggulan Kemenag dalam rangka memenuhi kebutuhan guru PAI di daerah dengan mengirimkan guru-guru fresh graduate.

Pendaftaran bina kawasan dibuka mulai tanggal 13 Mei hingga 10 Juni 2019. Sebanyak 50 peserta calon guru PAI akan dipilih untuk ditempatkan di 24 provinsi sasaran di seluruh Indonesia, yaitu: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Jawa Timur, Banten, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.

Seleksi akan dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu: seleksi administrasi dan wawancara.

Nah, catat ya pendaftaran dimulai tanggal 13 Mei – 10 Juni 2019. 

Yuks, bagi Sahabat yang berminat dan berkemampuan untuk daftar dalam program ini.

Download Juknis Disini


Sabtu, 11 Mei 2019

PP Nomor 37 Tahun 2019 Tentang Pemberian THR Pegawai Non PNS pada LNS



PP Nomor 37 Tahun 2019 merupakan Peraturan Pemerintah tentang Pemberian Tunjangan Hari Raya kepada Pimpinan dan Pegawai Non Pegawai Negeri Sipil pada Lembaga Non Struktural, ditetapkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dalam menyambut Hari Raya keagamaan, Hari Raya dimaksud adalah Hari Raya Idul Fitri.

Dalam PP Nomor 37 Tahun 2019, yang dimaksud Lembaga Non Struktural disingkat LNS adalah lembaga selain kementerian atau selain lembaga pemerintah non kementerian yang dibentuk dengan Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, atau Peraturan Presiden yang pembiayaannya dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Pemberian Tunjangan Hari Raya merupakan kebijakan Pemerintah sebagai penghargaan atas kontribusi pimpinan dan pegawai Non PNS pada LNS dalam mencapai tujuan pembangunan nasional dan diberikan dengan memperhatikan kemampuan keuangan negara, sehingga kebijakan besaran Tunuangan Hari Raya diberikan secara proporsional mengacu pada kedudukan jabatan, tingkat pendidikan, dan/atau masa kerja pegawai yang bersangkutan sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai penghasilan bagi Pimpinan dan Pegawai Non PNS pada Lembaga Nonstruktural, namun apabila penghasilan dimaksud lebih besar maka Tunjangan Hari Raya diberikan sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Pemerintah ini.

Penetapan Peraturan Pemerintah ini dimaksudkan untuk memberikan landasan hukum bagi pelaksanaan pemberian Tunjangan Hari Raya bagi pimpinan dan pegawai non pegawai negeri sipil pada LNS.

Selengkapnya silahkan download DISINI

Baca Online DISINI


Sumber : Setkab.go.id

Download VDI ARD Versi 2.0 Jenjang RA, MI, MTs dan MA



Pada masa kekinian, kita menghadapi zaman internet yang semakin global. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, sangat terbuka dalam menghadapi generasi digital. Tuntutan publik terhadap mutu pendidikan semakin tinggi, terbuka, dan spontan. Merespon tuntutan tersebut Kementerian Agama melalui Ditjen. Pendidikan Islam meluncurkan Aplikasi Rapor Digital, yang diperuntukan bagi Madrasah diseluruh Indonesia.

Dengan Aplikasi Rapor Digital (ARD), Madrasah harus semakin maju dan terbuka terhadap dunia internet dan digital. Kecepatan penyebaran informasi terutama bagi siswa Madrasah, untuk mencapai target kinerja sekaligus memenuhi harapan publik. Dalam bahasa agama, langkah ini dikenal dengan istilah taqdimul aham min almuhim, dahulukan yang terpenting daripada yang penting.

ARD ditujukan untuk untuk melayani rakyat dengan menggunakan sarana dan anggaran yang merupakan hak rakyat. Penyerapan anggaran harus diselaraskan dengan kepentingan dan kebutuhan masyarakat sehingga manfaatnya terasa optimal. Di sisi lain, ARD merupakan langkah dalam inovasi agar lembaga Madrasah semakin kekinian, jangan sampai dianggap seperti mesin tua yang usang. Sehingga kedepan Penilaian Hasil Belajar yang tertuang dalam ARD sudah dilakukan secara digital dan terintegrasi, serta Madrasah kedepan turut serta dalam pelaksanaan e-Government, dan Clean Government.

Download VDI ARD
Tutorial Konfigurasi Awal ARD
Alur Penggunaan ARD 2019
Panduan ARD untuk Proktor
Panduan ARD untuk Guru



Registrasi Online ARD Versi 2.0 Untuk Jenjang RA



Mulai pagi tadi untuk jenjang Raudhatul Athfal (RA) sudah dapat melakukan registrasi untuk mendapatkan username dan password ARD Versi 2.0, untuk mendownload Versi Offlinenya, yuk silahkan langsung saja ke sini :http://sikurma.kemenag.go.id/ard/


Untuk jenjang lain jangan berkecil hati karena mungkin beberapa hari kedepan akan segera dibuka, jadi silahkan pantau terus web ARD - Sistem Rapor Digital kemungkinan sudah dapat melakukan registasi untuk jenjang MI, MTS, maupun MA.
Untuk cara registrasi silahkan ikuti cara berikut ini :

Cara Registrasi Online ARD Versi 2.0 Jenjang RA
  1. Silahkan login terlebih dahulu di web:  http://sikurma.kemenag.go.id/ard/ ,                pilih jenjang Raudhatul Athfal (RA)
  2. Setelah itu pilih menu Registrasi
  3. Silahkan isi datanya dengan benar dan sesuai agar tidak terjadi kesalahan nantinya.
  4. Kalau sudah terisi semua silahkan klik Menu Rgeister.
  5. Selanjutnya silahkan cek Email Validasi yang akan masuk ke Email yang sudah kalian inputkan di Regitrasi tadi (pastikan emailnya sudah benar saat kalian input tadi).
  6. Silahkan klik --- Download Aplikasi ARD --- untuk mendownload Aplikasi ARD Offlinenya.
  7. Selamat kalian sudah berhasil mendapatkan aplikasi ARD Offlinenya.

Jadi bagi yang ingin mendownload aplikasi ARD Offline kalian harus melakukan registrasi dulu agar mendapatkan Username, Password, Sekaligus Aplikasinya. karena linknya tidak lagi di share oleh pihak ARD. tapi semoga saja nantinya untuk Link Downloadnya dapat Open Link agar mudah di download.




Jumat, 10 Mei 2019

Info Awal ARD Semester Genap 2018/2019



Aplikasi Rapor Digital atau yang biasa disingkat ARD merupakan aplikasi rapor digital berbasis online yang dikenalkan oleh Direktorat Jenderal KSKK pada semester ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019 yang lalu.

Walau dalam Surat Edaran diinformasikan bahwa ARD ini wajib dikerjakan, ternyata masih banyak madrasah yang belum menuntaskannya.

Dan akhirnya, tahun ini KSKK kembali memunculkan ARD Versi 2.0 untuk Semester Genap Tahun Pelajaran 2018/2019.

Sedikit berbeda dengan pendahulunya, ARD sekarang menggunakan Virtual Desktop Infrastructure atau VDI yang biasa digunakan untuk Ujian Berbasis Komputer.

Untuk Username dan Password ARD pada semester seelumnya, sudah banyak dibahas diberbagai media informasi, yakni menggunakan:
Username: NSM
Password: pengguna

Dan untuk ARD Versi 2.0 semester ini, berbeda. Bahkan tiap madrasah berbeda juga. Mengutip informasi yang ada pada halaman awal ARD, bahwa ada tahapan-tahapan yang harus dilakukan Admin Madrasah untuk mendaftarkan madrasahnya pada ARD. Yaitu:

1.  Daftar Melalui Online
Melakukan registrasi online di web http://sikurma.kemenag.go.id/ard/ pada menu "Registrasi" lalu cetak Bukti Registrasi Online
2.  Tunggu Validasi Melalui E-Mail
Tunggu validasi melalui email > sekaligus informasi username dan password serta link download
3.  Login Akun
Login akun untk melihat status registrasi dan sinkron rapor ke pusat

Untuk saat ini link registrasi akun ARD belum ada di web ARD. 

Setelah melakukan langkah 1-2 diatas, maka admin madrasah bisa cek email yang didaftarkan sebelumnya dan akan mendapatkan email balasan untuk aktivasi. Email ini akan otomatis masuk pada email yang sudah didaftarkan, jadi untuk admin madrasah agar memperhatikan betul-betul isian pada form registrasi nantinya.


Dalam email aktivasi, tampilannya akan seperti ini. Yang memberitahukan bahwa pusat sudah memverifikasi data yang dikirimkan, dengan tercantumnya Nama Madrasah, NPSN Madrasah dan NSM Madrasah sesuai dengan yang terisi pada form pendaftaran. Tentunya akan ada Username dan Password yang bisa digunakan untuk Log In pada Aplikasi Rapor Digital ini.

Sebelum Log In, pastikan admin madrasah sudah klik tautan paling bawah yang berwarna biru "Download Aplikasi ARD" yang berisi VDI dan jangan lupa untuk menginstal Virtual Box untuk melengkapi aplikasinya.

Terimakasih.

Catatan:
Untuk saat ini sudah ada beberapa wilayah yang menyebarkan tautan google form khusus untuk wilayah masing-masing. Gunanya untuk mengumpulkan data madrasah sesuai dengan form registrasi pada ARD, dan bisa didaftarkan secara serentak agar segera mendapatkan Username dan Password. Apabila wilayah teman-teman ada yang belum, mohon bersabar dan ditunggu info lanjutan dari admin masing-masing. 

Sabtu, 04 Mei 2019

Cara Merubah Pasword Pada Website Data Pokok Sarpras Madrasah



Kebutuhan sarana prasarana menjadi sebuah kebutuhan pokok bagi setiap instansi utamanya instansi pendidikan yang nota benenya membutuhkan sebuah pendukung berupa tempat ataupun alat yang di sebut sarana prasarana karena hal itu merupakan pendukung keberlangsungan perjalanan sebuah instansi pendidikan yang menjadi wadah penyaluran ilmu pengetahuan dari pendidik ke peserta didik karena jika tanpa dukungan sarana prasarana maka sebuah proses akan sangat terganggu dan bisa dikatakan akan lambat dalam pelaksanaannya.

Pemerintah berkomitmen membantu keberlangsungan proses kegiatan pendidikan yang dituangkan dalam bentuk bantuan sarana prasarana di antaranya untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Terkait hal ini maka pemerintah melalui Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Direktorat Jenderal Pendiikan Islam Kementerian Agama membentuk sebuah website untuk menampung pendataan kebutuhan sarana prasarana Madrasah.

Untuk masuk kedalam sebuah aplikasi pendataan tentunya kita harus memiliki akun, dimana untuk akun default masuk ke website http://dpspm.subditkskk.website/ adalah sama dengan akun yang kita gunakan di website sarpras tahun lalu yaitu :

1.  Jenjang MA
Username : NSM
Pasword : MA 1234
2.  Jenjang MTs
Username : NSM dan
Pasword : MTS 1234
3.  Jenjang MI
Username : NSM
Pasword : MI 1234
4.  Jenjang RA
Username : NSM
Pasword : RA 1234

Pada website http://dpspm.subditkskk.website/ ada tiga cara merubah pasword dan fungsinya diantaranya :
  • Untuk reset pasword lama yang lupa caranya adalah :
  1. Login ke laman http://dpspm.subditkskk.website/
  2. Masuk ke menu login DP-SPM
  3. Lalu klik menu halaman reset pasword
  4. Lalu akan muncul kotak dialog dan kemudian isi username dan email yang terdaftar di aplikasi sarpras dulu
  5. Kemudian klik menu reset pasword
  6. Setelah itu buka email dan cek email masuk yang memuat pasword baru untuk di gunakan login ke http://dpspm.subditkskk.website/. 
  • Untuk merubah pasword agar mudah di ingat dan tidak diketahui orang lain caranya adalah
  1. Login ke http://dpspm.subditkskk.website/
  2. Masukkan username dan pasword lalu login
  3. Lalu masuk ke menu pengaturan aplikasi
  4. Kemudian sub menu pengaturan login
  5. Kemudian sub menu ubah pasword
  6. Setelah itu muncul kotak dialog 
  7. Lalu isi username dan pasword yang masih di gunakan dan jika di kolom email reset masih kosong maka isikan email yang masih aktif hal ini berfungsi untuk melakukan reset jika kita lupa masuk ke aplikasi dan langkahnya reset seperti poin no 1. di atas.
  8. Setelah semua kolom terisi maka kemudian klik menu simpan.
  9. Kalo sudah berhasil maka pasword baru tersebut bisa kita gunakan untuk membuka website di kemudian hari.
  • Jika langkah kesatu dan kedua tidak bisa kita lakukan karena kita tidak pernah input email di aplikasi sarpras sebelumnya dan kita tidak bisa masuk sama sekali maka langkahnya adalah segera hubungi admin Kabupaten untuk dilakukan reset pasword.


Jumat, 03 Mei 2019

Megengan Merupakan Pengamalan Anjuran Rasulullah Saw. Untuk Bersedekah



Tradisi Megengan merupakan pengamalan terhadap anjuran Nabi Muhammad SAW untuk bersedekah makanan kepada orang lain. Misalnya anjuran Rasulullah SAW untuk memperbanyak kuah ketika membuat makanan agar dapat diberikan kepada tetangga sekitar. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah Hadits Nabi

عَنْ أَبِى ذَرٍّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا طَبَخْتَ مَرَقَةً فَأَكْثِرْ مَاءَهَا وَتَعَاهَدْ جِيرَانَكَ 
(رواه مسلم:4785)
“Dari Abi Dzarr RA ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Wahai Abu Dzar, jika kamu memasak kuah, maka perbanyaklah airnya, dan bagi-bagikanlah kepada tetanggamu.” (Shahih Muslim, 4785)

Hadits tersebut berisi anjuran untuk bersedekah dengan sesuatu yang sederhana dan disenangi oleh tetangga. Masalah sedekah itu bisa berwujud kuah, bubur, nasi kuning atau apem seperti yang dilakukan oleh sebagian masyarakat pada sehari menjelang Ramadhan. Hal yang sama juga dilakukan oleh masyarakat Makkah dan Madinah bersedekah roti, laban, atau ‘ashir (sari buah) pada musim haji secara tetap setiap tahun.

Perbuatan ini juga merupakan kebiasaan ulama’ salaf dari kalangan tabi’in. Mereka senantiasa memberikan hadiah (berupa makanan atau lainnya) kepada sahabatnya, walaupun orang yang diberi itu bukanlah orang yang serba kekurangan.

قَالَ شَيْخُنَا الْعَارِفُ الشَّعْرَاوِي: كَانَ التَّابِعُوْنَ يُرْسِلُوْنَ الْهَدِيَّةَ لِأَخِيْهِمْ وَيَقُوْلُوْنَ نَعْلَمُ غِنَاكَ عَنْ مِثْلِ هَذَا وَإِنَّمَا أَرْسَلْنَا ذَلِكَ لِتَعْلَمَ أَنَّكَ مِنَّا عَلَى بَالٍ
 (المناوى، فيض القدير، ج 3 ص273)
“Syaikh kami al-Arif al-Sya’rawi menyatakan bahwa para tabi’in memiliki kebiasaan memberikan hadiah kepada saudara-saudaranya. Mereka berkata, “Kami tahu bahwa engkau tidak membutuhkan benda yang kami berikan ini. tapi kami memberikannya kepadamu agar kamu tahu bahwa kami masih peduli dan menganggapmu sebagai sahabat.” (Faidh al-Qadir, juz III, hal 272)

Oleh karena itulah, para ulama selalu mengajarkan untuk memperbanyak sedekah sepanjang waktu, khususnya pada waktu-waktu yang penting. Imam al-Nawawi menjelaskan:

وَقَالَ أَصْحَابُنَا : يُسْتَحَبُ الاِكْثَارُ مِنَ الصَّدَقَةِ عِنْدَ الاُمُوْرِ الْمُهِمَّةِ
Para ulama syafiiyyah berkata, “Disunnahkan untuk memperbanyak sedekah ketika menghadapi urusan- urusan yang penting” (Al-Majmu’ Syarh al- Muhadzdzab, juz VI hal 233)

Termasuk di dalamnya adalah memperbanyak sedekah pada bulan Sya’ban, karena bulan ini adalah bulan persiapan untuk menghadapi bulan Ramadhan, dimana semua amaliah yang diperintahkan pada bulan Ramadhan juga dianjurkan pada bulan Sya’ban. Al-Hafidz Ibn Rajab al-Hanbali berkata:

وَلَمَّا كَانَ شَعْبَانُ كَالْمُقَدِّمَةِ لِرَمَضَانَ شُرِعَ فِيهِ مَا يُشْرَعُ فِيْ رَمَضَانَ مِنَ الصِّيَامِ وَقِرَأَةُ الْقُرأَنِ لِيَحْصُلَ تَأَهَّبُ لِتَلَقِي رَمَضَانَ وَتَرْتَاضَ النَّفُوْسُ بِذٰلِكَ عَلىٰ طَاعةِ الرَّحْمٰنِ.رَوَيْنَا بِإسْنَادِ ضَعِيْفِ عَنْ اَنَاسٍ قَالَ:كَانَ المُسْلِمُوُنَ إِدَا دَخَلَ شَعْبَانُ اِنْكَبُّوْا عَلٰى الْمَصَاحِفِ فَقَرَؤُوهَا وَأَخْرَجُوا زَكَاةَ اَمْوَالِهِمْ تَقْوِيَةً لِلضَّعِيفِ وَالْمِسْكِينِ عَلٰى صِيَامِ رَمَضَانَ(الامام الحافظ ِبن رجب الحنبلى للطائف المعارف.ص ٢٥٨
Karena Sya’ban itu merupakan persiapan menghadapi bulan Ramadhan, maka semua amaliah yang dikerjakan pada bulan Ramadhan juga dianjurkan untuk diamalkan pada bulan Sya’ban, seperti puasa dan membaca al- Qur’an. Tujuarmya adalah agar jiwa benar-benar siap untuk menghadapi bulan ramadhan (Lathaif al-Ma’arif 258).




Kamis, 02 Mei 2019

Mekanisme Cetak SHUAMBN MTs dan MA Tahun Pelajaran 2018/2019



Pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (UAMBN-BK) yang sudah kita laksanakan sebelumnya tentu bukan akhir karena kita masih memiliki tugas untuk melakukan cetak Sertifikat Hasil Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (SHUAMBN) yang direncanakan menggunakan aplikasi VDI sama seperti pelaksanaan UAMBN-BK dan menggunakan VDI fres/baru dan tentunya kita wajib melakukan syncronisasi yang bertujuan untuk mengambil data-data termasuk nilai hasil pekerjaan siswa yang di kemas dalam bentuk sertifikat/ijazah untuk dijadikan bukti hasil pekerjaan siswa dalam mengikuti UAMBN-BK tahun pelajaran 2018/2019.

Adapun mekanismenya sebagai berikut :
  1. Download form Berita Acara yang bisa di downloud di alamat http://uambnbk.kemenag.go.id
  2. Lengkapi form Berita Acara
  3. Madrasah Mencetak Berita Acara di Aplikasi UAMBN-BK dan ditandatangani Kepala Madrasah
  4. Menerima Daftar Nilai dari Kanwil Kemenag Provinsi
  5. Mencetak SHUAMBN setelah sinkron dibuka Kanwil Kemenag Provinsi
  6. Kemenag Kab/Kota Menerima Berita Acara dari Madrasah
  7. Kanwil Kemenag Provinsi mencetak Daftar Nilai Tetap UAMBN-BK
  8. Menyerahkan Daftar Nilai Tetap UAMBN-BK kepada Madrasah MTs dan MA
  9. Cetak SHUAMBN menggunakan VDI yang masih fresh;
  10. Ikuti petunjuk di aplikasi UAMBNBK untuk mencetak SHUAMBN.

Dan setelah syncron sudah dibuka oleh admin kanwil maka Madrasah bisa melakukan syncronisasi dan cetak SHUAMBN dengan cara :
  1. Pastikan data nilai sudah dikirim semua ke server pusat, baik Utama maupun Susulan.
  2. Pastikan VDI yang digunakan adalah VDI Fresh / baru.
  3. Jalankan VDI dan Sistar Browser seperti biasa.
  4. Lakukan (8) Update Aplikasi UAMBN-BK
  5. Logout dan Tutup Sistar Browser
  6. Buka Sistar Browser dan Login Kembali
  7. Klik Menu Sinkron
  8. Lakukan Sinkron (1) Data Madrasah
  9. Lakukan Sinkron (2) Jadwal UAMBN
  10. Lakukan Sinkron (4) Data Peserta
  11. Lakukan Sinkron (7) Hasil dari pelaksanaan sebelumnya.
  12. Klik Menu Pelaksanaan UAMBN > Kesiapan Data. Pastikan Versi VDI adalah 2.3.5
  13. Klik Menu Hasil UAMBN > SHUAMBN . Cek data nilai sudah lengkap semua dan terakhir adalah klik "Cetak SEMUA" di pojok kanan atas sebelum tabel nilai siswa.
  14. Selesai.


Edaran Penyaluran dan Pencairan BOP RA dan BOS Madrasah TA. 2025

  Sebagai tindak lanjut persiapan penyaluran Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan Raudhatul Athfal (RA) dan Bantuan Operasional Sekolah ...